Halloween Costume ideas 2015
Articles by " Konseling "

Guru BK ada di SD Ini, Panduan Operasional Bimbingan Konseling Sekolah Dasar
Guru bimbingan dan konseling atau konselor di Sekolah Dasar dapat diangkat dengan cakupan tugas pada setiap sekolah atau di tingkat gugus sekolah untuk membantu guru mengembangkan potensi dan mengentaskan masalah peserta didik. Guru bimbingan dan konseling atau konselor di tingkat gugus berkantor di sekolah induk yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dalam kondisi sekolah induk tidak memiliki ruang yang cukup, maka berkantor di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan atau unit pendidikan yang setingkat (Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014, Lampiran butir V.A).

Peserta didik/konseli adalah subyek utama layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Guru bimbingan dan konseling atau konselor perlu memahami karakteristik peserta didik/konseli sebagai dasar pertimbangan dalam merancang dan melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Oleh karena itu, pemahaman guru bimbingan dan konseling atau konselor, guru kelas dan guru mata pelajaran secara mendalam terhadap karakteristik peserta didik/konseli merupakan prasyarat yang harus dipenuhi guru bimbingan dan konseling atau konselor

DOWNLOAD DISINI

Layanan Konseling Kelompok BK Kurikulum 2013 SMP

Materi yang dibahas dalam layanan konseling kelompok tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh konseli ketika layanan dilaksanakan.
Apapun masalah yang diungkapkan oleh konseli (masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling kelompok.

Layanan konseling kelompok pada dasarnya adalah “konseling perorangan” dalam suasana kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok.

Konseli yang mengalami masalah yaitu anggota kelompok yang masalahnya sedang dibahas sebagai upaya pengentasan masalah dari pemimpin kelompok dan semua anggota kelompok. namun pada intinya kembali lagi akan hakikat konseling itu sendiri

PROSES KONSELING
1. Tahap pembentukan,
2. Tahap peralihan,
3. Tahap kegiatan,
4. Tahap pengakhiran

Pelayanan Konseling Individual dalam Strategi Penjajagan
Materi yang dibahas dalam layanan konseling perorangan tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh konseli ketika layanan dilaksanakan.  Apapun masalah yang diungkapkan oleh konseli (masalah pribadi, sosial, belajar, ataupun karir), maka masalah itulah yang dibahas dalam layanan konseling perorangan.

Layanan konseling terhadap seorang konseli dalam rangka pengentasan masalah konseli. Yang dibahas tentang berbagai masalah yang dialami konseli. Bersifat mendalam menyentuh hal-hal penting tentang diri konseli.

PROSES KONSELING
1. Tahap pengantaran (introduction),
2. Tahap penjajagan (insvestigation),
3. Tahap penafsiran (interpretation),
4. Tahap pembinaan (intervention), dan
5. Tahap penilaian (inspection).

Mengantarkan konseli memasuki kegiatan konseling dengan segenap pengertian, tujuan, dan prinsip dasar yang menyertainya.
Ditempuh melalui kegiatan penerimaan yang bersuasana hangat, permisif, tidak menyalahkan, penuh pemahaman, dan penstrukturan yang jelas.


Membuka dan memasuki ruang sumpek atau hutan belantara yang berisi hal-hal yang bersangkut paut dengan permasalahan dan perkembangan konseli.
Sasarannya hal-hal yang dikemukakan konseli dan hal-hal lain perlu dipahami tentang diri konseli.
Seluruh sasaran adalah berbagai hal yang selama ini terpendam, tersalahartikan dan/atau terhambat perkembangannya pada diri konseli.

Strategi penjajagan:

mengembangkan lima kondisi yang ada pada diri individu, yaitu :
rasa aman,
kompetensi,
aspirasi,
semangat, dan
penggunaan kesempatan.

Apa yang terungkap melalui panjajagan merupakan berbagai hal yang perlu diartikan atau dimaknai keterkaitannya dengan masalah klien.  Upaya diagnosis dan prognosis, dapat memberikan manfaat yang berarti

Pembinaan (intervensi)
Mengacu kepada pengentasan masalah dan pengembangan diri konseli.
Dalam tahap ini disepakati strategi dan intervensi yang dapat memudahkan terjadinya perubahan.
Sasaran dan strategi terutama ditentukan oleh sifat masalah, gaya dan teori yang dianut konselor, serta keinginan konseli.
Konselor dan konseli mendiskusikan alternatif pengentasan masalah dengan berbagai konsekuensinya, serta menetapkan rencana tindakannya.

Pentingnya Penentuan Peminatan Peserta Didik Dan Peran Konselor

Implementasi Kurikulum 2013 akan dapat menimbulkan masalah bagi peserta didik SMP/MTs,SMA/MA dan SMK yang tidak mampu di dalam menentukan pilihan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran secara tepat, dampak kesulitan belajar dan kecenderungan gagal dalam belajar dapat terjadi  Penentuan peminatan peserta didik hendaknya sesuai dengan :
  • kemampuan dasar,
  • bakat, 
  • minat dan 
  • kecenderungan pilihan peserta didik
  • agar proses belajar berjalan dengan baik dan berhasil
PELAYANAN PEMINATAN PESERTA DIDIK

Sebagai upaya advokasi dan fasilitasi perkembangan peserta didik  agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki  kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara sehingga mencapai perkembangan optimum.

Disinilah Guru BK/Konselor melalui Pelayanan BK mempunyai peranan penting dalam membantu siswa: memilih dan menentukan peminatan  kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran agar dapat menentukan pilihan sesuai kemampuan potensi dirinya dan berhasil dalam belajar.

GURU BK/KONSELOR DIPERLUKAN
  1. mencegah terjadinya masalah siswa
  2. memandirikan siswa melalui pengambilan keputusan 
  3. terkait  memilih, menentukan, meraih serta mempertahankan karier 
  4. untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan  sejahtera, 
  5. serta menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum  
Melalui pelayanan peminatan peserta didik akan memperoleh 
Pemahaman diri dan  kelompok mata pelayanan, lintas minat atau pendalaman minat yang ada di satuan pendidikan dimana peserta didik akan mengikuti pendidikan, 
sehingga akan mampu memilih dan menetapkan pilihan yang sesuai dengan potensi diri dan minatnya secara cepat

Guru BK pada sesuai mapel yang diampuya yaitu bimbingan konseling juga tak terlepas dari Uji Kompetensi Guru atau UKG, Berikut kami bagikan aplikasi simulasi UKG BK terbaru yang dilengkapi 100 soal latihan.

Inat dan tentu ini bukan bocoran soal hanya sekedar dibuat latihan dalam menghadapi Uji Kompetensi Guru yang tak akan lama lagi digelar, jadi bapak/ibu bisa menggunakan referensi ini.

Cara Penggunaan Aplikasi UKG BK :
Setelah di download, pastikan Bapak/Ibu mengekstrack File tersebut dan setelah terekstrak akan ada folder Simulasi UKG. Buka dengan menggunakan  Adobe Flash Player
Ketika Aplikasi berjalan pastikan Bapak/Ibu memasukkan data sebagai berikut :
Download Aplikasi Simulasi Uji Kompetensi Guru Bimbingan Konseling


User ID : 2015.001
Password : KGVY768
Download Aplikasi Simulasi UKG BK

Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia, bagaimana tidak lewat proses pendidikan dan pengajaran yang ditransfer untuk peserta didiknya selalu terbawa sepanjang masa bagi anak didiknya, persoalan saat ini adalah bagaiman tuntutan kesejahteraan bagi sang guru yang selama kesannya kok melempem, namun pendapat ini tak sepenuhnya bahwa kesejahteraan dan pendapatan itu sifatnya relatif bagi masing-masing individu.

Ada yang berpendapat dengan pikiran idealis, syukuri apa yang didapat, memang itulah seharusnya namun jikalau ada rekan lain yang merasa bahwa mereka kekurangan hal ini pun tidaklah sepenuhnya salah, bahwa kaum oemar bakrie yang sangat besar jasanya namun dirasa minim perhatian akan kesejahteraan dan tunjangan yang didapatnya, unsur mutlak kebutuhan setiap orang tak mungkin selalu sama.

Dikala kita pada keadaan yang  sama seperti mereka tentu tak dipungkiri rasa itu bisa jadi sama, alhasil kita selalu dan tetap menjaga serta menghormati pendapat orang lain.

Memahami perasaan orang lain tidak lah mudah memahami perasaan orang lain juga bukan hal yang sangat mudah, sehati-hati apapun kita berucap kadang ada saja kata-kata yang kurang dipahami intinya bisa jadi salah paham,

Dengan Niat Baik Maka Teruslah Berbuat Kebaikan
Keadaan seorang atau kondisi seseorang dalam menerima sesuatu mungkin saja selalu berbeda, tidak pada waktunya tidak pada keadaan yang sesungguhnya hingga menyebabkan pemaham perasaan yang berbeda pula, kadang bisa menjadikan emosi dari saran-saran kita karena kondisi si pendengar lagi kurang baik untuk diberikan nasehat saat itu.

Hal demikian bukan membuat kita takut, apapun yang terjadi jika niatan kita baik dan tak ada maksud
tertentu maka teruslah berbuat kebaikan.


Dalam konseling ada berbagai macam keterampilan dasar konseling yang harus diketahui dan dimiliki oleh seorang konselor, keterampilan konseling tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Keterampilan Mendengarkan  
  2. Keterampilan Mengarahkan 
  3. Keterampilan Memantulkan
  4. Keterampilan Merangkum
  5. Keterampilan Mengkonfrontir
  6. Keterampilan Menginterpretasi
  7. Keterampilan Memberi Informasi

Keterampilan Keterampilan Konseling
Adapun penjelasan dari beberapa keterampilan diatas adalah sebagai berikut :
1. Keterampilan Mendengarkan
     Dalam keterampilan mendengarkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :
  • Attending (sikap memperhatikan), yang mencangkup tingkah laku baik verbal maupun non verbal (mimik wajah, gestur dll).  
  • Parafrase adalah kemampuan konselor untuk merespon pesan pokok yang disampaikan konseli
  • Menjelaskan adalah mengungkapkan diri dan pemusatan pada topik pembicaraan
  • Mengecek presepsi yaitu menentukan ketepatan pendengaran
2. Keterampilan Mengarahkan
    Pada keterampilan ini pertama yang harus diperhatikan adalah konselor harus dapat memulai hubungan secara tak langsung dengan konseli seperti menanyakan kabar dsb untuk membuka komunikasi. Kemudian pada langkah selanjutnya konselor dapat lebih terbuka/secara langsung mengajak konseli pada tahapan diskusi membicarakan masalahnya lebih mendetail.Setelah itu pada langkah selanjutnya adalah pemusatan, yaitu konselor mengontrol konseli yang mengalami kebingungan, kekacauan dan keragu-raguan. Jika langkah tersebut  berhasil dilakukan maka tahapan berikutnya yaitu bertanya. Pertanyaan yang dilontarkan pada konseli dapat bersifat terbuka maupun pertanyaan tertutup.

3.  Keterampilan memantulkan
    Pertama memantukan perasaan, yang dimaksud dengan keterampilan memantulkan perasaan adalah konselor diharapkan dapat merespon (bersimpati) terhadap perasaan yang dialami oleh konseli. Selanjutnya memantukan pengalaman, yaitu merespon keseluruhan pengalaman yangtelah diceritakan konseli. Memantulkan isi, maksudnya adalah mengulangi konsep-konsep dengan kata-kata sendiri atau bertujuan menekankan pada materi pembicaraan.

4. Keterampilan Merangkum
    Pada keterampilan ini, konselor diharapkan dapat merangkum hal-hal, poin-poin yang menjadi dasar permasalahan konseli.

5. Keterampilan Mengkonfrontir
    adalah mengenal perasaan-perasaan yang ada dalam diri konseli, dan konselor menyadari pengalamannya tersebut. Konselor diharapkan dapat menggambarkan dan membagi perasaan, memberi contoh ekspresi perasaan. Selain itu konselor juga diminta dapat memberikan umpan balik seperti memunculkan reaksi secara jujur terhadap pernyataan konseli. Termasuk meditasi, mengulang dan asosiasi.

6. Keterampilan menginterpretasi
    Pada keterampilan ini konselor diharapkan dapat melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya interpretatif untuk membantu konseli menemukan inti dari permasalahan yang dihadapinya. Selain itu konselor juga diharapkan dapat memberi fantasi dan kiasan seperti simbol pada ide-de dan perasaan.

7. Keterampilan memberi informasi
    Pada keterampilan ini konselor diharapkan dapat menjadi sumber informasi, yang dapat memberikan masukan, saran-saran, serta pandangan yang kesemuanya berdasarkan pada sebuah pengalaman atau keahlian.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript Disable Please Enable Javascript To See All Widget